Pola Konsumsi Makanan Olahan (Ultra-Processed Foods) dan Risiko Obesitas pada Remaja di Era Digital

Authors

  • Zahrotun Nisa TPA IT Buah Hati Pemalang Author

Keywords:

Obesitas Remaja, Ultra-Processed Foods (UPF), Era Digital, Aplikasi Pesan-Antar, Kebijakan Kesehatan Publik

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji korelasi antara pergeseran pola konsumsi Ultra-Processed Foods (UPF) dan peningkatan risiko obesitas pada remaja di Indonesia dalam pusaran era digital. Penelitian ini secara khusus menggunakan metodologi studi pustaka dengan mengekstraksi literatur dari basis data Google Scholar dan Scopus. Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa populasi remaja tengah mengalami transisi gizi yang drastis, di mana asupan pangan lokal berserat tergantikan oleh produk UPF yang dirancang secara industri menjadi hiper-palatabel, padat energi, namun rendah efek mengenyangkan. Pergeseran patofisiologis ini diperburuk secara eksponensial oleh ekosistem digital yang bertindak sebagai katalisator lingkungan obesogenik virtual. Paparan pemasaran pangan digital di media sosial secara konstan memanipulasi kerentanan psikologis remaja dan mendorong perilaku mindless eating yang kompulsif. Selain itu, disrupsi layanan aplikasi pesan-antar makanan daring turut menghancurkan hambatan fisik, memicu konsumsi impulsif hiper-kalori melalui rekayasa ekonomi perilaku, sekaligus menurunkan aktivitas fisik secara drastis. Sebagai kesimpulan, krisis obesitas remaja saat ini merupakan manifestasi interaksi antara rekayasa biokimiawi pangan dan manipulasi algoritma teknologi. Solusi atas permasalahan ini tidak cukup hanya mengandalkan edukasi gizi individual, melainkan mendesak adanya intervensi kebijakan struktural multi-sektoral, meliputi regulasi iklan digital, cukai minuman berpemanis, dan kewajiban transparansi nilai gizi pada aplikasi pesan-antar.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afriza, R. (2025). The relationship between ultra-processed food consumption patterns and the nutritional status of adolescents in urban areas. Media Gizi Journal, 2(3), 32-40.

Cahyani, M. (2025). Hubungan konsumsi ultra-processed food (UPF) dengan status gizi pada siswa kelas XI jurusan IPC di SMAN 1 Kadugede tahun 2025. Jurnal Medika, 5(2), hlm. 1026.

Fitriani, Y., Yulda, A., Nur Ayona, A., & Firmansyah, F. (2025). Hubungan Pola Konsumsi Ultra Proses Dengan Status Gizi Di Kalangan Remaja: Systematic Review. Jurnal Kesmas dan Gizi (JKG), 8(1), 173-182.

Hardinsyah, H., & Supariasa, I. D. N. (2016). Ilmu Gizi: Teori & Aplikasi. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Juliani, K. D., Dwijayanti, I., Siahaan, M. F., & Damanik, M. F. D. (2025). Hubungan Konsumsi Ultra-Processed Food dengan Status Gizi Remaja di Asia: Narrative Review. Jurnal Kesehatan Tambusai, 6(2), 4972-4980.

Juul, F., & Hemmingsson, E. (2015). Trends in consumption of ultra-processed foods and obesity in Sweden between 1960 and 2010. Public Health Nutrition, 18(17), 3096–3107.

Karenina, N. M., Graharti, R., & Sitepu, R. R. (2026). Peran Pangan Ultra Proses terhadap Peningkatan Risiko Obesitas Anak. Medula, 16(1), 17-21.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Khasanah, T. A., Aulia, R. F., Patriawati, A., Susanti, A. S., Nurhayati, E., & Putrihana, P. (2025). Pengaruh Pemberian Edukasi Mengenai Ultra-Processed Food (UPF) Terhadap Peningkatan Pengetahuan, Perubahan Sikap, dan Perilaku pada Siswa/i SMAN 37 Jakarta. Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan, 3(2), 131-141.

Khomsan, A. (2018). Ekologi Gizi, Pangan, dan Kesehatan. Bogor: IPB Press.

Ludwig, D. S. (2019). Ultra-processed food and obesity: The perfect storm. American Journal of Clinical Nutrition, 110(3), 561–563.

Permana, K. A., Angraini, D. I., Febriani, W., & Zuraida, R. (2026). Hubungan Pola Konsumsi Ultra Processed Food dengan Status Gizi pada Remaja: Literature Review. Jurnal Medical Laboratory, 5(1), 269-279.

Rahmawati, W. A., Arumsari, I., & Fitria. (2023). Karakteristik lingkungan obesogenik dalam menentukan konsumsi western fast food pada remaja urban di Kota Bekasi, Indonesia. Jurnal Antara Keperawatan dan Gizi (JAKAGI), 3(1), 1-11.

Rolland-Cachera, M. F. (2020). Ultra-processed foods and obesity in children: A critical review. Nutrients, 12(12), 3888.

Sartika, R. A. D. (2011). Faktor risiko obesitas pada anak 5-15 tahun di Indonesia. Makara Kesehatan, 15(1), 37-43.

Septiani, M., & Sugiatmi, S. (2026). Pola Konsumsi Ultra Processed Food dan Aktivitas Fisik dengan Status Gizi Lebih pada Remaja SMK Kesehatan YHB Sukabumi. Jurnal Gizi Dietetik, 5(1), 423-430.

Downloads

Published

2026-02-18